HUBUNGAN ANGGARAN
DENGAN MANAGEMENT
- Hubungan Anggaran Dengan Manajemen
Manajemen diartikan
sebagai suatu ilmu dan seni untuk menyediakan :
- Perencanaan (Planning)
- Pengoorganisasian (Organizing)
- Pengarahan (Directing)
- Pengkoordinasian (Coordinating)
- Pengawasan (Controlling)
Terhadap orang dan
barang untuk mencapai tujuan tertentu.
5 fungsi manajemen
diatas dijelaskan sebagai berikut :
- Menyusun rencana untuk dijadikan sebagai pedoman kerja.
- Menyusun struktur organisasi kerja yang merupakan dasar pembagian wewenang dan tanggung jawab kepada para karyawan perusahaan.
- Mengarahkan dan memberi petunjuk kepada para karyawan.
- Menciptakan koordinasi dan kerjasama yang serasi diantara semua bagian yang ada dalam perusahaan.
- Mengadakan pengawasan terhadap kerja para karyawan guna merealisasikan yang tertuang dalam rencana perusahaan dengan yang telah ditetapkan.
PERANAN
MANAGEMENT dan PRILAKU PROSES MANAJERIAL
- Peranan Management
Selain kategori
besar dari fungsi manajemen, manajer pada berbagai tingkat hirarki
mengisi peran manajerial yang berbeda. Peran ini dikategorikan oleh
peneliti Henry Mintzberg, dan mereka dapat dikelompokkan menjadi tiga
jenis utama: decisional, interpersonal, dan informasi.
- PERAN DECISIONAL
Peran Decisional
memerlukan manajer untuk merencanakan strategi dan memanfaatkan
sumber daya. Ada empat peran spesifik yang decisional. Peran
pengusaha memerlukan manajer untuk menetapkan sumber daya untuk
mengembangkan barang yang inovatif dan jasa, atau untuk mengembangkan
bisnis. Sebagian besar peran ini akan diselenggarakan oleh manajer
tingkat atas, meskipun manajer menengah dapat diberikan beberapa
kemampuan untuk membuat keputusan tersebut. Penangan gangguan
mengoreksi masalah tak terduga yang dihadapi organisasi dari
lingkungan internal atau eksternal. Manajer di semua tingkatan dapat
mengambil peran ini. Misalnya, pertama-line manajer dapat memperbaiki
masalah menghentikan jalur perakitan atau manajer tingkat menengah
mungkin mencoba untuk mengatasi setelah terjadinya perampokan toko.
Top manajer lebih mungkin untuk menghadapi krisis besar, seperti
membutuhkan penarikan produk cacat. Peran decisional ketiga, yaitu
pengalokasi sumber daya, menentukan yang melibatkan unit kerja yang
akan mendapatkan sumber daya. Top manajer cenderung membuat besar,
keputusan anggaran secara keseluruhan, sementara mangers menengah
dapat membuat alokasi yang lebih spesifik. Dalam beberapa organisasi,
manajer pengawas bertanggung jawab untuk menentukan alokasi untuk
menaikkan gaji karyawan. Akhirnya, negosiator bekerja dengan orang
lain, seperti pemasok, distributor, atau serikat buruh, untuk
mencapai kesepakatan mengenai produk dan jasa. Pertama-tingkat
manajer dapat bernegosiasi dengan karyawan tentang isu-isu kenaikan
gaji atau jam lembur, atau mereka dapat bekerja dengan manajer
pengawasan lainnya bila diperlukan sumber daya harus dibagi. manajer
Tengah juga bernegosiasi dengan manajer lain dan cenderung untuk
bekerja untuk mengamankan harga yang diinginkan dari pemasok dan
distributor. Top manajer bernegosiasi tentang isu-isu yang lebih
besar, seperti kontrak kerja, atau bahkan merger dan akuisisi
perusahaan lain.
- PERAN INTERPERSONAL
peran interpersonal
memerlukan manajer untuk mengarahkan dan mengawasi karyawan dan
organisasi. boneka ini biasanya seorang manajer menengah atas.
manajer ini dapat berkomunikasi tujuan organisasi masa depan atau
panduan etika bagi karyawan dengan pertemuan perusahaan. Seorang
pemimpin bertindak sebagai contoh bagi karyawan lainnya untuk
mengikuti, memberikan perintah dan arahan kepada bawahan, membuat
keputusan, dan memobilisasi dukungan karyawan. Manajer harus menjadi
pemimpin di semua tingkat organisasi; sering rendah tingkat manajer
melihat ke manajemen puncak untuk contoh kepemimpinan. Dalam peran
penghubung, palungan harus mengkoordinasikan pekerjaan orang lain di
unit kerja yang berbeda, membangun aliansi antara lain, dan bekerja
sumber daya untuk berbagi. Peran ini sangat penting bagi manajer
menengah, yang sering harus bersaing dengan manajer lain untuk sumber
daya yang penting, namun harus menjaga hubungan yang sukses bekerja
dengan mereka untuk jangka waktu yang lama.
- PERAN INFORMASI
Informational peran
adalah mereka di mana para manajer mendapatkan dan mengirimkan
informasi. Peran ini telah berubah secara dramatis sebagai teknologi
telah meningkat. Monitor mengevaluasi kinerja orang lain dan
mengambil tindakan korektif untuk meningkatkan kinerja itu. Monitor
juga mengawasi perubahan lingkungan dan di dalam perusahaan yang
dapat mempengaruhi kinerja individu dan organisasi. Pemantauan
terjadi pada semua tingkat manajemen, meskipun manajer di tingkat
yang lebih tinggi organisasi lebih mungkin untuk memantau ancaman
eksternal terhadap lingkungan dibandingkan tengah atau manajer lini
pertama. Peran penyebar mensyaratkan bahwa manajer memberitahu
karyawan perubahan yang mempengaruhi mereka dan organisasi. Mereka
juga mengkomunikasikan visi dan tujuan perusahaan.
- Prilaku Proses Manajerial
- Perilaku terhadap karyawan
Kategori
ini meliputi aspek [perekrutan], [PHK|pemecatan], [gaji|kondisi upah]
dan kerja, serta ruang pribadi dan penghormatan. Pedoman etis dan
hukum mengemukakan bahwa keputusan perekrutan dan pemecatan harus
didasarkan hanya pada kemampuan untuk melakukan pekerjaan. Perilaku
yang secara umum dianggap tidak etis dalam kategori ini misalnya
mengurangi upah pekerja karena tahu pekerja itu tidak bisa mengeluh
lantaran takut kehilangan pekerjaannya.
- Perilaku terhadap organisasi
Permasalahan
[etika] juga terjadi dalam hubungan pekerja dengan organisasinya.
Masalah yang terjadi terutama menyangkut tentang kejujuran, konflik
kepentingan, dan kerahasiaan. Masalah kejujuran yang sering terjadi
di antaranya menggelembungkan anggaran atau mencuri barang milik
perusahaan. Konflik kepentingan terjadi ketika seorang individu
melakukan tindakan untuk menguntungkan diri sendiri, namun merugikan
atasannya. Misalnya, menerima suap Sementara itu, masalah pelanggaran
etika yang berhubungan dengan kerahasiaan di antaranya menjual atau
membocorkan rahasia perusahaan kepada pihak lain.
- Perilaku terhadap agen ekonomi lainnya
Seorang
manajer juga harus menjalankan etika ketika berhubungan dengan
agen-agen ekonomi lain—seperti pelanggan, pesaing, pemegang saham,
pemasok, distributor, dan serikat buruh.
PROSESUD
PENYUSUNAN AGGARAN
- Identifikasi dan Evaluasi Variabel Eksternal (trendwatching)
Trendwatcing
merupakan pengamatan terhadap trend perubahan lingkungan makro dan
lingkungan industri untuk mengidentifikasi peluang yang dapat diraih
dan ancaman yang harus dihadapi perusahaan dalam setiap lingkungan
tersebut. Ada 2 (dua) jenis lingkungan yang berpengaruh besar pada
perusahaan, yaitu:
a.
Lingkungan makro
Lingkungan makro
terdiri dari empat kekuatan pokok antara lain politik dan hukum,
ekonomi, teknologi, dan sosial.
b.
Lingkungan industri
Selain analisis
lingkungan makro, perusahaan perlu melakukan analisis trend perubahan
yang terjadi dalam industri. Variabel ini tidak dapat dikendalikan
perusahaan namun dapat dipengaruhi oleh perusahaan. Terdapat 5 (lima)
kekuatan yang mempengaruhi industri, antara lain:
1)
Ancaman organisasi baru yang memasuki industri;
2)
Kekuatan pemasok;
3)
Kekuatan pembeli;
4)
Dampak produk subsitusi
5)
Persaingan dalam industri.
Identifikasi
variabel eksternal ini mencakup suatu pertimbangan umtuk memilih
variabel yang dapat dikendalikan dan yang tidak dapat dikendalikan.,
sehingga manajemen dapat mengambil manfaat dari akibat yang
menguntungkan dan meminimalkan akibat yang merugikan bagi perusahaan.
Thap penting dalam analisis ini adalah evaluasi dari kekuatan dan
kelemahan perusahaan saat ini (analisis SWOT). Analisis SWOT
dilakukan dalam dua tahap, yaitu:
a.
Analisis ekstern
Bertujuan untuk
mempertimbangkan peluang dan ancaman yang dihadapi perusahaan.
b.
Analisis intern
Bertujuan untuk
mempertimbangkan kekuatan dan kelemahan intern perusahaan.
Pendakatan anggaran
yang komprehensif didasarkan pada ekpektasi dimana aspek operasi yang
penting akan dianalisis secara kritis dan dievaluasi setiap periode
dengan cara yang benar sehingga bantuan dari pihak yang independen
sangat penting bagi penilaian ini.
- Pengembangan Tujuan Umum Perusahaan
Suatu
perusahaan harus merumuskan tujuan umum yang ingin dicapai oleh
perusahaan sebelum merumuskan strategi. Tujuan umum ini berisi
tentang:
A. Misi berfungsi
sebagai pemfokus dan pemberi makna terhadap kehidupan kerja seluruh
anggita organisasi. Misi harus menetapkan bisnis perusahaan terpisah
dari bisnis pesaing
B.
Keyakinan dasar Merupakan keyakinan tentang kebenaran misi, visi dan
langkah yang ditempuh untuk mewujudkan visi. Keyakinan dasar
ini merupakan pemicu semangat seluruh anggota organisasi untuk
mencapai tujuan.
C.
Nilai dasar Merupakan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh seluruh
anggota organisasi dan mampu memandu mereka untuk memilih berbagai
alternatif yang diperlukan untuk menuju masa depan. Nilai dasar ini
berfungsi sebagai pembatas pengambilan keputusan oleh para anggota
dalam rangka mewujudkan visi demi tercapainya tujuan perusahaan.
D. Visi menjadi
dasar perumusan tujuan perusahaan, karena tujuan merupakan penjabaran
dari visi perusahaan. Tujuan umum perusahaan menggambarkan fondasi
dasar tempat mengembangkan dan memperkuat kebanggaan pada perusahaan
bagi manajer, karyawan lain, pemilik, pelanggan, dan perusahaan lain
yang berhubungan secara komersial.
- Pengembangan Sasaran Khusus Bagi Perusahaan
Tujuan dari tahap
sasaran dalam proses anggaran ini adalah untuk mengarahkan pernyataan
tujuan umum ke fokus yang lebih tajam dan untuk mentransformasikan
informasi umum kepada informasi perencanaan yang lebih spesifik.
Manajemen eksekutif harus melaksanakan kepemimpinan pada tahap
perencanaan ini sehingga ada kerangka kerja yang nyata, jelas dan
realistis dalam operasi yang akan dilaksanakan untuk pencapaian
sasaran yang bersifat khusus. Hal ini akan memberikan suatu dasar
bagi pengukuran kinerja.
- Pengembangan dan Evaluasi Strategi Perusahaan
Strategi
perusahaan adalah sasaran dasar, cara dan taktik yang akan digunakan
untuk mencapai tujuan dan sasaran yang direncanakan. Tujuan dari
pengembangan dan penyebaran strategi adalah menemukan alaternatif
terbaik untuk mencapai tujuan umum yang direncanakan dan sasaran
spesifik. Strategi memberikan garis besar rencana tindakan bagi
perusahaan. Manajemen eksekutif harus kreatif dan langsung terlibat
dalam pengembangan dan penyesuaian strategi baru yang sedang
dilaksanakan sesuai dengan variabel relavan yang harus dikuasai
manajemen.
Selain formulasi
strategi, penilaian kembali strategi secara periodik juga penting
untuk menganalisis secara teliti semua variabel yang relevan dan
akibat yang mungkin terjadi atas perusahaan dimasa yang akan datang.
Setiap alternatif strategi harus dievaluasi secara mendalam dengan
cara mengidentifikasi manfaat dan kelemahan utama setiap strategi
tersebut, termasuk asumsi yang mendasari. Berikut kriteria untuk
mengevaluasi strategi:
- Konsistensi intern, yaitu rencana tindakan yang mendukung satu dengan yang lain;
- Realistik, yaitu rencana tindakan yang dipilih dapat dicapai meskipun berisi tantangan;
- Berfokus ke pencarian peluang dan penyelesaian masalah, yaitu rencana yang dipilih akan dapat mewujudkan peluang dan menyelesaikan masalah utama dan mengarah ke isu strategi utama;
- Berkemampuan menyelasaikan sub problem, yaitu bahwa smua gejala juga diselesaikan;
- Bermanfaat bagi customer, yang berarti rencana harus meng-improve value yang dihasilkan bagi customer.
- Instruksi Perencanaan Manajemen Eksekutif
Instruksi
perencanaan eksekutif yang dikeluarkan manajemen tingkat atas,
mengkomunikasikan materi perencanaan yang diperlukan semua tingkatan
manajemen untuk berpartisipasi dalam pengembangan perencanaan laba
strategis dan taktis untuk tahun anggaran mendatang. Tahap ini
merupakan tahap komunikasi dari rencana substantif kepada manajemen
tingkat menengah dan tingkat bawah. Tahap ini juga menjelaskan tujuan
umum, sasaran spesifik, strategi perusahaan dan segala macam
instruksi manajemen eksekutif yang dibutuhkan untuk mengembangkan
rencana laba yang strategis dan taktis. Perusahaan memerlukan suatu
alat yang dikenal dengan cascading, yaitu alat untuk
mengkomunikasikan sasaran dan strategi ke jenjang organisasi yang
lebih rendah. Cascading pada dasarnya adalah proses pengubahan misi,
visi, keyakinan dasar, nilai dasar dan strategi anggota organisasi
melalui perilaku operasional. Cascading menjadi suatu proses
sistematik penginternalisasian misi, visi, keyakinan dasar, nilai
dasar dan strategi organisasi ke dalam diri setiap personel
perusahaan sehingga menjadi share mission, share vision, share
beliefs, share value dan share strategies.
- Persiapan dan Evaluasi Perencanaan Proyek
Konsep anggaran yang
komprehensif mencakup suatu pendekatan yang sistematis dan
terintegrasi untuk membuat perencanan proyek, perencanaan taktis dan
perencanan strategik. Setiap manajemen perlu mengembangkan
tabel/grafik berdimensi waktu untuk keperluan pengambilan keputusan
dan perencanaan pada sub unitnya. Dalam tabel/grafik berdimensi
waktu, biasanya terdapat dua rencana, yaitu:
- Rencana proyek
Rencana ini meliputi
horizon waktu yang berbeda-beda kerana setiap proyek mempunyai
dimensi waktu yang unik, misalny: rencana untuk memperbaiki produk
yang ada, fasilitas fisik yang baru.
- Rencana periodik
Merupakan kebutuhan
manajemen untuk merencanakan, mengevaluasi dan mengendalikan operasi
dalam jangka waktu yang relatif singkat dan konsisten secara interim.
- Pengembangan dan Persetujuan Rencana Laba Strategis dan Taktis
Setelah
manajer dari berbagai pusat tanggung jawab menerima instruksi
perencanaan manajemen eksekutif dan rencana proyek, maka manajer dari
berbagai pusat tanggung jawab dapat memulai aktivitas intensifnya
untuk mengembangkan rencana laba secara strategis maupun taktis yang
disusun secara bersamaan.
Rencana laba strategik jangka panjang merupakan perencanaan perusahaan untuk jangka waktu yang relatif lama, yakni lebih dari satu tahun atau bahkan lebih dari lima tahun. Rencana laba strategik jangka panjang dibuat sesuai dengan tujuan umum perusahaan, sasaran strategik, dan strategi jangka panjang yang telah ditentukan sebelumnya. Bagian formal dari rencana ini meliputi: laporan laba/rugi, neraca, proyeksi arus kas, rencana belanja modal, tuntutan karyawan, rencana penelitian dan rencana penetrasi pasar jangka panjang. Rencana jangka panjang meliputi semua bidang aktivitas utama yang diantisipasi:
Rencana laba strategik jangka panjang merupakan perencanaan perusahaan untuk jangka waktu yang relatif lama, yakni lebih dari satu tahun atau bahkan lebih dari lima tahun. Rencana laba strategik jangka panjang dibuat sesuai dengan tujuan umum perusahaan, sasaran strategik, dan strategi jangka panjang yang telah ditentukan sebelumnya. Bagian formal dari rencana ini meliputi: laporan laba/rugi, neraca, proyeksi arus kas, rencana belanja modal, tuntutan karyawan, rencana penelitian dan rencana penetrasi pasar jangka panjang. Rencana jangka panjang meliputi semua bidang aktivitas utama yang diantisipasi:
a.
Penjualan, harga pokok dan laba;
b.
Proyek besar dan penambahan investasi modal;
c.
Arus kas dan pembiayaan;
d.
Kebutuhan dan persyaratan persone
e.
Pengembalian investasi
f.
Penelitian dan pengembangan;
g.
Informasi tentang persaingan dipasar dan analisis pangsa pasar.
Rencana laba taktis
merupakan perencanaan kegiatan-kegiatan tahunan perusahaan. Manajer,
pemilik perusahaan dan pihak lain yang berkepentingan biasanya
memerlukan jadwal, hasil dari rencana laba secara periodik, laporan
kinerja dan evaluasi mengenai progress perusahaan. Laporan rencana
dan progress biasanya dibuat bulanan, tiga bulanan atau tahunan.
Bila kedua rencana
laba tersebut selesai dibuat, proses persetujuan dimulai. Proses ini
meliputi persetujuan, ketidaksetujuan atau saran perbaikan. Setelah
proses persetujuan partisipasif selesai untuk setiap pusat tanggung
jawab dan smua perbedaan yang relevan diselesaikan, berbagai rencana
dan program dari pusat tanggung jawab utama digabungkan ke dalam
semua rencana laba strategis dan taktis bagi perusahaan dalam satu
kesatuan.
- Pelaksanaan Rencana Laba
Pelaksanaan rencana
manajemen yang telah dikembangkan dan disetujui dalam proses
perencanaan melibatkan fungsi manajemen yaitu pengarahan bawahan
dalam mencapai tujuan dan sasaran perusahaan. Manajemen yang efektif
di semua tingkat mengharuskan tujuan, sasaran, strategi dan kebijakan
perusahaan dikomunikasikan dan dimengerti oleh bawahannya.
Perencanaan laba yang luas dan program pengendalian dapat membantu
melaksanakan fungsi ini. Rencana, strategi, dan kebijakan yang dibuat
melalui partisipasi yang besar menetapkan dasar bagi komunikasi yang
efektif.
- Penggunaan Laporan Kinerja Periodik
Setelah rencana laba
diimplementasikan selama periode tertentu, maka diperlukan laporan
kinerja periodik yang dibuat berdasarkan laporan bulanan. Laporan
kinerja ini mencakup:
- Laporan kinerja aktual periodik
- Membandingkan kinerja aktual dengan kinerja yang direncanakan;
- Memperlihatkan setiap perbedaan sebagai varians kinerja yang menguntungkan atau tidak menguntungkan.
- Penggunaan Anggaran Biaya Fleksibel
Konsep
anggaran fleksibel (anggaran variabel) hanya digunakan pada biaya
yang terpisah dari rencana laba, sehingga anggaran variabel hanya
bersifat tambahan. Anggaran fleksibel memberikan informasi yang
realistik mengenai biaya yang dapat digunakan untuk menghitung jumlah
anggaran untuk berbagai macam volume output atau tingkat aktivitas
dari setiap pusat tanggung jawab.
Anggaran fleksibel
menyediakan rumus untuk setiap biaya dalam pusat tanggung jawab.
Rumus tersebut menunjukkan hubungan dari biaya terhadap output
(volume kerja). Rumus anggaran fleksibel dapat diterapkan dalam
laporan pengendalian kinerja dan untuk mengembangkan jumlah biaya
dalam rencana laba taktis. Jika rumus ini dikembangkan bersamaan
rencana laba strategis dan taktis, maka dapat digunakan untuk
menghitung jumlah biaya yang dianggarkan dalam rencana laba taktis.
Perhitungan dilakukan dengan mengalikan output atau aktivitas yang
direncanakan dari setiap pusat tanggung jawab dengan tarif biaya
variabel yang berhubungan untuk setiap pusat tanggung jawab dan
kemudian ditambah dengan biaya tetap untuk pusat tersebut
- Penerapan Tindak Lanjut
Dalam hal ini perlu
pemisahan yang jelas antara sebab dan akibat. Variasi kinerja adalah
sebuah akibat (hasil), manajemen harus dapat menentukan sebab yang
mendasarinya. Identifikasi sebab adalah tanggung jawab manajemen
lini. Analisis untuk menentukan sebab akibat ini harus diprioritaskan
untuk menentukan variasi kinerja yang menguntungkan dan tidak
menguntungkan. Pada kasus yang tidak menguntungkan maka setelah
berhasil mengidentifikasi sebab yang mendasari, maka suatu alternatif
tindakan perbaikan perlu dipilih dan kemudian diterapkan.
Dalam kasus varians
yang menguntungkan, sebab yang mendasari juga harus diidentifikasi.
Penyebab yang mendasari dapat menjadi informasi yang bernilai bagi
peningkatan efisiensi dan bagi pengembangan dukungan yang positif
pada operasi dan bagi karyawan yang kurang berhasil.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar